Adab Berpakaian Menurut Syariat Islam

Adab Berpakaian Menurut Syariat Islam

Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama, terutama Agama Islam. Sebutan orang beradab sesungguhnya berarti bahwa orang itu mengetahui aturan tentang adab atau sopan santun yang ditentukan dalam agama Islam. Sedangkan pakaian menurut wikipwdedia adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia setelah makanan dan tempat tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya.

Berpakaian tentunya juga ada adab-adab yang sudah ditetapkan dalam aqidah islam. Dalam masalah aurat, Islam telah menetapkan bahwa aurat laki-laki adalah antara pusar samapi kedua lutut. Sedangkan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

Mengenai bentuk dan model pakaian Islam tidak memberi batasan, karena hal ini berkaitan dengan budaya dan adat setempat. Maka dari itu, kita diperkenankan boleh memakai pakaian dengan model apapun, selama pakaian tersebut memenuhi syari’at.

Dalam alquran surat Al-A’raf ayat 26 telah dijelaskan bahwa Allah SWT berfirman yang artinya, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik. Hal itu semua merupakan ayat-ayat Allah, supaya mereka berdzikir mengingat-Ku.” (QS. al-A’raf : 26).

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam berpakaian yang baik dan sopan, berikut Adab Berpakaian Menurut Syari’at Islam :

  1. Menutup aurat

Aurat laki-laki menurut islam ialah dari pusar hingga ke lutut. Dan aurat perempuan ialah seluruh anggota tubuhnya, kecuali wajah, telapak tangan dan telapak kakinya. Rasulullah SAW bersabda  “Paha itu adalah aurat.” (HR. Bukhari)

 

  1. Tidak menampakkan tubuh

Pakaian yang menerawang sehingga menampakkan aurat tidak memenuhi syarat menutup aurat. Pakaian yang menerawang bukan hanya menampak warna kulit, bahkan bisa mengundang syahwat atau nafsu dari orang yang melihatnya.

Rasulullah SAW telah bersabda “Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk. Mereka tidak masuk syurga dan tidak dapat mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh.” (HR.Muslim)

 

  1. Pakaian tidak ketat

tujuannya adalah supaya tidak kelihatan bentuk atau lekuk tubuh badan.

 

  1. Memulai dari sebelah kanan

Hendak memakai baju mulai dahulukan sebelah kanan, Ummul mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan bagian kanan daripada bagian yang kiri ketika mengenakan sandal, bersisir, bersuci, dan dalam semua urusannya (yang mulia).” (Muttafaqun ‘alaih)

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Kaidah dalam syariat bahwasanya disunnahkan memulai dengan kanan dalam semua urusan yang berkaitan dengan kemuliaan dan keindahan.” (HR. Muslim)

 

  1. Tidak menimbulkan ria

Rasulullah saw bersabda “Sesiapa yang mengenakan pakaiannya dengan perasaan sombong, Allah SWT tidak akan memandangnya pada hari kiamat.” Dalam hadist lain, Rasulullah SAW bersabda “Sesiapa yang memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan pada hari akhirat nanti.” (HR. Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’iy dan Ibnu Majah)

 

  1. Pakaian Laki-laki dan perempuan itu berbeda

Pakaian yang khusus untuk lelaki tidak boleh dipakai oleh perempuan, begitu juga sebaliknya pakaian perempuan tidak bolaeh dipakai oleh laki-laki. Rasulullah SAW telah mengingatkan hal ini dengan tegas dalam hadist ia berkata  “Allah mengutuk wanita yang meniru pakaian dan sikap lelaki, dan lelaki yang meniru pakaian dan sikap perempuan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadist lain beliau juga bersabda “Allah melaknat lelaki berpakaian wanita dan wanita berpakaian lelaki.”(HR.  Abu Daud dan Al-Hakim).

 

  1. Laki-laki dilarang memakai pakaian dari sutera

Islam mengharamkan kaum laki-laki memakai pakaian dari kain sutera. Rasulullah SAW bersabda “Janganlah kamu (laki-laki) memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat.” (Muttafaq ‘alaih)

 

  1. Pakaian untuk perempuan

Diwajibkan bagi wanita muslimah untuk memanjangkan pakaiannya hingga dapat menutupi kedua mata kakinya dan hendaknya menjulurkan kain kerudung jilbab pada kepalanya hingga menutupi leher dan dadanya Allah SWT berfirman yang artinya : “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. al-Ahzab:59)

 

  1. Dianjurkan memilih pakaian berwarna putih

Warna  putih merupakan warna yang melambangkan kebersihan dan warna ini sangat disenangi dan sering menjadi pilihan Rasulullah SAW. Baginda Rasullullah telah bersabda “Pakailah pakaian putih kerana ia lebih baik, dan kafankan mayat kamu dengannya (kain putih).” (HR. an-Nasa’ie dan al-Hakim)

  1. Larangan memakai emas bagi laki-laki

Hal yang termasuk dalam adab berpakaian di dalam Islam ialah barang-barang perhiasan emas seperti rantai, cincin dan sebagainya. Bentuk perhiasan seperti ini umumnya biasa digunakan oleh perempuan, namun tak jarang diantara para laki-laki cenderung untuk berhias seperti perempuan. Semua ini sangat bertentangan dengan hukum Islam. Rasulullah SAW. bersabda “Haram kaum lelaki memakai sutera dan emas, dan dihalalkan (memakainya) kepada wanita.”

 

  1. Berdoa sebelum mengenakan baju

Ucapkanlah doa sebelum memakai baju seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tarmizi yang artinya : “Ya Allah, hanya bagimu segala pujian, Engkaulah yang telah memberikanku pakaian, aku memohon kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan dari tujuan dibuatnya pakaian ini. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan dari tujuan dibuatnya pakaian ini“.

Demikianlah artikel tentang Adab Berpakaian Menurut Syariat Islam yang dapat kami sajikan semoga dapat bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *