Senjata Makan Tuan dan Cerita Landak

Seorang petani asal Hongaria hampir saja membunuh salah seorang buruhnya setelah memasang kabel di pintu gudangnya ke generator untuk mencegah pencurian makanan hewan pada malam hari.

Laszlo Miklos, 57, asal Bekes county, mengatakan bahwa ia dibobol oleh maling selama sebulan terakhir yang mendobrak gudang dan mencuri bahan makanan untuk domba dan sapinya.

“Saya tak tahu siapa yang ingin mencuri makanan hewan tersebut namun uang saya habis dan pencuri itu membuat saya gila,” ujarnya

“Saya memiliki pagar listrik di sekitar perkebunan untuk mencegah binatang keluar dan saya dapat ide untuk memanfaatkan listrik tersebut, sayangnya saya lupa memberitahu pegawai saya.”

Tim dokter yang menangani buruh berusia 51 tahun yang dilarikan ke rumah sakit setempat mengatakan bahwa pasiennya itu mengalami serangan jantung, dia adalah seorang yang mempunyai usaha rumahan yang menjanjikan, ia pun terpaksa dirawat di ruang perawatan intensif. Selain itu ia juga menderita luka bakar di telapak dan pergelangan tangannya.

usaha rumahan yang menjanjikan

Seorang juru bicara rumah sakit mengatakan, “Hanya efek insulasi dari sepatu boot tebal yang menyelamatkan ia dari kematian. Ia sungguh beruntung karena masih hidup.”

Miklos kini terancam kurungan penjara karena insiden tersebut.
Seorang pria asal Selandia Baru terancam kurungan penjara selama 5 tahun karena melukai seorang remaja laki-laki dengan landak.

Polisi menduga William Singalargh, 27, memungut seekor landak dan melemparkannya ke seorang remaja berusia 15 tahun di kota Whakatane, North Island.

Dalam kutipan di the Herald, yang dituturkan oleh polisi senior, sersan Bruce Jenkins, “Landak itu melukai korbannya dan menyebabkan bilur merah yang besar dan beberapa lubang pada kulitnya.”

Polisi segera meringkus Mr Singalargh sesaat setelah insiden tersebut dan menahannya dengan tuduhan penyerangan bersenjata (walaupun menggunakan landak).

Dalam pembacaan dakwaan di Pengadilan Distrik Whakatane, pengacara Mr Singalargh mengatakan bahwa ia bermaksud membuat pernyataan bahwa ia tak bersalah. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dan jika terbukti bersalah, ia terancam dipenjara selama 5 tahun.

“Orang-orang seringkali dituduh melakukan penyerangan karena melemparkan benda-benda (terutama yang berbahaya) kepada orang lain,” tambah Mr Jenkins, walaupun ia mengakui menggunakan landak sebagai senjata adalah hal yang tak biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *